Review Kkn Di Desa Penari, Film Horor Indonesia Terbaru
Tentunya kita tau sebuah status viral di awal tahun 2019. KKN di Desa Penari di kenalkan pada salah satu user thereadapp dari Indonesia yang berjulukan SimpleMan. Dia menciptakan artikel atau dongeng Horror di lembaga tersebut dengan nuansa horror ala Jawa Timur yang kaya akan mistisnya.
Sebelumnya KKN di Desa Penari sudah dicetak di media buku dan dijual di banyak sekali toko buku menyerupai Gramedia. Tak hingga disitu MD Pictures melihat sebuah peluang akan dibuatkan film KKN Di Desa Penari.
Dengan dongeng yang menyerupai dan tidak diubah sama sekali dari awal viral. KKN di Desa Penari akan tayang di asumsi pada 19 Maret 2020. Bercerita wacana KKN kegiatan final kuliah.

Menceritakan sebuah kelompok yang akan menuntaskan kiprah final kuliahnya yang disebut KKN. Mereka ialah Widya (Adinda Thomas), Nur (Tissa Biani Azzahra), Bima (Achmad Megantara), Ayu (Aghniny Haque), Anton (Calvin Jeremy), Pak Prabu (Kiki Narendra), Wahyu (Fajar Nugra), Badaruwi (Aulia Sarah).
Sebuah perjalanan KKN ke suatu desa terpencil di Jawa Timur. Yang awalnya perjalananannya biasa biasa saja, ternyata bermetamorfosis hal yang angker yang dialami kelompok KKN itu.
Sejak kedatangannya ke desa itu, kelompok KKN ini sudah disambut dengan hal hal yang tidak masuk akal, menyerupai bunyi gamelan dan juga sosok penari di tengah hutan di desa terpencil itu.

Sementara dalam video trailernya, adegan dibuka dengan menemukan foto wajah dibalik sesajen. Nur dan Bimalah yang menemukan foto wajah tersebut, dan mereka meyakinkan bahwasannya tidak ada hal yang asing di desa tersebut.
Adegan selanjutnya di perlihatkan citra perjalanan menuju desa terpencil tersebut. Yang dimana awal dari malapetaka. Trailer juga memperlihatkan Nur di beritahu oleh sosok penari biar tidak mencampuri urusan mereka. Ketika Nur bertanya kenapa demikian, munculah sosok nenek-nenek yang menyeramkan.
Video trailer yang berdurasi 1 menit 22 detik itu lalu ditutup oleh adegan Nur menari nari tanpa henti, hingga Widya panik dan merasa ketakutan dikala meminta Nur berhenti.
Film yang disutradai oleh Awi Suryadi ini, mengklaim bahwasannya dongeng ini ialah insiden yang faktual di tempat Jawa Timur.
Comments
Post a Comment